Pages

Artikel (Kode Etik): Krisis Kejujuran Hasilkan Potensi Mahasiswa Bernilai Palsu

Artikel ini dibuat dalam rangka partisipasi mengikuti Dakom Award 2016. Lomba blog. Yuk, Baca Selengkapnya...

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare

STAIN Parepare merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri yang ada di kota Parepare. Yuk, Kunjungi Websitenya...

Mari Bersedekah

Yuk, lihat iklan video karya Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam. STAIN Parepare

filsafat islam

Ingin Menjadi Seperti Pohon

Mengapa inging menjadi pohon? Yuk, Baca selengkapnya

Sunday, December 13, 2015

True Story: Ada Kesan yang Berbeda di Ladoma



Kemarin Minggu, 13 Desember 2015. Hari di mana saya merasakan keikhlasan, kesyukuran dan merasakan limpahan berkah dari-Nya. Di hari sebelumnya saya mendapat undangan untuk menhadiri liqo (pertemuan) di Ladoma, Bacukiki Parepare. Sempat terlintas dalam benakku, untuk apa saya kesana? Kepergianku hanya akan menghabiskan materi dan malah menyisahkan lelah. Namun, hati kecilku berbisik ke akalku, “seharian kamu hanya ingin di kamar kos saja? Menghabiskan waktu yang justru hanya meninggalkan kejenuhan di hati dan pikiranmu?” Setelah mendapat bisikan dari hati kecil ini, otakku mulai berpikir. Bagaimana jika diluar sana saya akan mendapatkan pengalaman baru, bertemu dengan orang-orang baru, berinteraksi sembari menyebarkan senyuman kepada orang lain yang tak kukenal. Sebelum memantapkan langkah, kuluruskan niatku dan berharap Sang Maha Mengetahui senantiasa meridhoi langkahku di hari itu.
Penampilan Az-Zahra

Pukul 07.00 pagi jadwal berangkat, tetapi hampir setengah jam saya menunggu di persimpangan jalan. Terlintas dalam benakku untuk kembali pulang saja karena yang ditunggu tak kunjung datang juga. Mencoba untuk bersabar, sambil mendengarkan alunan music dari telepon genggamku. Dan akhirnya, yang ditunggupun berada di depan mata. Lega rasanya….
Ladoma, sebuah tempat wisata yang terletak cukup jauh dari pusat keramaian kota Parepare. Berhiaskan pegunungan yang masih alami disertai sentuhan modifikasi dari tangan manusia (ada tambahan kolam buatan) hal ini menambah keindahan Ladoma. Ini bukan pertama kalinya saya kesini, sebelumnya beberapa bulan yang lalu saya pernah menginjakkan kaki di sini. Dan kali ini meninggalkan kesan yang berbeda.
Sesampainya kami menyiapkan tempat dan segala keperluan acara nanti. Acara pertama mendengarkan sebuah sambutan dari sosok wanita yang dari luar penampilannya sangat sederhana sekali, tetapi ketika ia mulai berbicara panjang lebar. Terlihat kecantikan hatinya terpancar keluar dan membuat hati ini terinspirasi. “Orang badui itu yang di sebut oleh Rasulullah akan masuk surga karena sebelum tidur orang badui itu selalu memaafkan kesalahn orang-orang yang di temuinya di hari itu” ungkapnya saat menceritakan salah satu kisah Islami. Usai berbicara, kami diperintahkan untuk membentuk lingkaran besar dan satu persatu memperkenalkan diri. Di akhir, ternyata ada games. Kami disuruh untuk menyebutkan 5 orang yang baru dikenal tadi. Mencoba mengingat kembali, yang terlintas hanya ada 3 nama Ibu Sofie (Seorang sosok Ibu yang humoris dari Sidrap), Nur Huda (Seorang mahasiswi UMPAR yang memiliki tampilan sederhana tetapi memiliki kepercayaan diri), dan Inna (Seorang anak SMP yang masih dengan muka polosnya). Akhirnya, tampillah seorang Ibu yang tak terlalu tinggi tetapi memiliki ingatan yang kuat. Dengan wajah yang sumringah, ia menyebutkan lima nama dan akhirnya iapun berhasil dan mendapatkan sebuah hadiah. Dan terlintas dalam benakku “Saya juga ingin mendapatkan hadiah itu sebagai kenang-kenangan”
Setelah games, Pak Ustad ternyata telah bersiap-siap untuk membawakan ceramahnya. “Banyak diluar sana yang ingin mendapatkan tarbiyah (pendidikan tentang agama Islam) tetapi tidak tahu di mana mendapatkannya. Maka patutlah kalian bersyukur karena kalian mendapatkan tempat itu”. Ungkapnya Pak Ustad yang namanya tak lagi kuingat tetapi apa yang ia sampaikan dan sosoknya masih tetap tersimpan dalam memori kecilku ini. Kemudian, usai menyampaikan ceramah. Panitia liqo membagi kami menjadi 7 kelompok di mana saya berada di kelompok 3. Kami diperintahkan untuk membentuk sebuah nama untuk kelompok, kemudian yel-yel dan mempersembahkan sesuatu entahkah itu puisi, nyanyian ataupun drama yang akan dipentaskan sehabis ishoma (Istirahat, Sholat, dan  Makan). Az- Zahra menjadi nama kelompok kami, dengan dibentuknya kelompok ini saya semakin memiliki peluang untuk lebih mengenal satu sama lain.
Tia, mahasiswa UMPAR menjadi teman dekatku saat itu. Kami bersama-sama mengambil air wudhu hingga makan bersama.  Ada yang berbisik “Jika kamu sholat dulu, itu akan mengambil waktu yang lama. Dan bagaimana jika kamu kehabisan makanan? Kamu akan kelaparan sepanjang kegiatan berlangsung”. Lalu saya bertanya kepadanya, “mau makan dulu atau sholat dulu. Karena kita harus antri berlama-lama untuk mengambil air wudhu” Tetapi ada bisikan dari hati kecil ini lagi “Sholatlah dulu, tak usah takut dengan kehabisan makanan. Biar Allah Swt yang menjamin rezekimu”.  Akhirnya kamipun sepakat untuk sholat dulu baru setelah itu makan. Sewaktu sedang sholat bisikan burukpun terlintas kembali, tiba-tiba saya terpikirkan dengan handphone beserta catatan saya yang tertinggal ketika sedang mengambil air wudhu. Di saat itu saya berusaha meluruskan niat kembali, “bagaimana mungkin Hayana, saat ini kamu berada di samping makmun kamu. Sekarang kamu jadi iman, khusyuklah dan serahkan kembali kepada Allah Swt”. Sayapun mengikhlaskan jika pada saat itu hp saya akan benar-benar hilang dari genggaman tangan ini. Usai sholat dan berdoa, kusalami makmunku dan bergegas menuju tempat di mana saya mengambil air wudhu. Dan Alhamdulillah, Hp saya masih berada di tempat yang sama.
Bersama Tia

Akhirnya tibalah waktu yang mendebarkan jantung dan membuat wajah serta tangan bergetar. Apalagi saya dipercayakan oleh teman-teman untuk membawakan sebuah puisi. Walaupun memang saya yang mengajukan diri, tetapi saya juga sempat merasa tidak memiliki kepercayaan diri. Apalagi dengan intonasi yang tak mendukung di sertai artikulasi yang kurang jelas (cadel R)semakin membuatku krisis kepercayaan diri. Tiba-tiba, saya teringat ada asma Allah yang ketika kita rajin untuk melafalkannya kita akan memiliki kharisma yang kuat (Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah). Kulafalkan asma itu sebelum naik kedepan. Dan tibalah giliran Az- Zahra tampil kedepan, mencoba menenangkan diri berharap saya bisa menguasai audience. Dan Alhamdulillah usai pentas, temanku berbisik “Hayana, orang-orang terdiam melihatmu” dan itu membuat hatiku lega. Meski saya masih merasa tadi itu penampilan saya masih menjukkan kesan grogi di atas panggung. Tetapi saya merasa, saya telah melakukan yang terbaik dari apa yang saya bisa. Entah hasilnya menang atau kalah, yang jelasnya saya sudah  mencoba kembali memberanikan diri  untuk tampil di depan orang banyak.
Saat Berpuisi
Seingatku, terakhir saya membawakan puisi di depan orang yang banyak. Ketika saya masih duduk di kelas 3 sekolah dasar (SDN 5 Padanglampe, Pangkep). Tetapi itu bukanlah kenangan yang buruk karena waktu itu saya berhasil mendapatkan juara 3. Meski pada saat itu saya hanya membaca puisi dengan suara yang lantang tanpa memiliki dinamika intonasi yang menarik  dan hanya mengandalkan kepercayaan diri saja. Dan Alhamdulillah, tak disangka kelompok Az- Zahra yang menang, menurut saya kemenangan ini bukanlah karena kepercayaan diri belaka, bukan karena saya mampu menguasai audience. Karena masih banyak yang lebih percaya diri, tetapi ini semua karena berkah Allah Swt. Dan saya sangat percaya pada kekuatan berkah Allah Swt.
Kelompok Terbaik Az- Zahra





Friday, December 11, 2015

Di Kala Hujan Turun


Makan Buah Bersamanya
Hujan turun, seolah menggambarkan perasaanku di hari itu (Saturday, 05 December 2015). Ketika melihatnya, kuupayakan pikiran ini tak berpikir sedih. namun, hati ini tetap merasakan kesedihan. Saat pandangan tertuju padanya, bisa kulihat ia merasakan sakit di dalam tubuhnya. Meski ia selalu berusaha tampil di depanku bak sosok yang selalu sehat. Kualihkan pandangan darinya dan melihat keluar, hujan turun sangat deras. Pikirankupun ikut membentuk bayangan, bagaimana jika suatu saat dia tiba-tiba mendahuluiku. Sanggupkah aku? Tegarkah aku? Selalu bermohon kepada Sang Pencipta supaya mengizinkanku agar ia dapat melihatku mewujudkan mimpi untuknya. Mimpi seorang anak perempuannya... (Hyn)

Wednesday, December 2, 2015

Ingin menjadi seperti Pohon



Bagaimanakah pohon itu?
Pohon yang mengeluarkan O2 yang menjadi oksigen bagi makhluk hidup lainnya.
Orang yang berteduh di bawah pohon akan merasakan kesejukan, merasakan kedamaian ketika melihat hijaunya daunnya.
Terkadang hembusan angin kencang menerpanya, daunnya bisa saja jatuh ke tanah. Tetapi ia masih berdiri kokoh.
Terkadang masalah besar menerpaku, air mataku bisa saja jatuh ke pipi. Tapi aku masih bisa berdiri dengan tegar. Semuanya, Karena-Nya….

Tuesday, November 24, 2015

Bukan sekedar Jilbab




"Awalnya Saya berjilbab karena aturan Sekolah"

            Perkembangan para desainer busana muslimah menyebabkan banyak perempuan yang memilih berjilbab. Banyak diantara kaum hawa yang hanya berjilbab karena hanya ingin mengikuti tren fashion semata. Walaupun tidak jarang beberapa wanita memilih untuk memakai baju kurung beserta cadar yang menutupi sebagian wajahnya.  Terlepas dari semua itu, jilbab bukan hanya menutup aurat semata. Tetapi bagaimana jilbab itu bisa membentengi akhlak kita. Tidak jarang kaum hawa yang memilih berjilbab hanya sekedar menutup kepala (rambut saja) tetapi akhlaknya masih menunjukkan perbuatan tercela seperti berbohong, menggunjing, riya, iri hati dan masih banyak penyakit hati lainnya. Ketika kita berjilbab, usahakan hati kitapun ikut menutupi atau mengurangi dosa-dosa yang sering muncul dari hati. Jangan sampai kita dikatakan berjilbab tetapi munafik. Jika kita memilih menutup aurat maka hati kita perlu ikut diperbaiki. Misalnya menanamkan kejujuran dan rasa syukur. Ketika kita memilih mengharuskan segala perkataan dan sikap kita untuk selalu berlaku jujur baik itu kepada diri sendiri maupun kepada orang lain maka tak akan ada yang namanya kebohongan. Selain itu rasa syukurpun harus selalu dipupuk dalam hati, ketika kita bersyukur dengan kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kita maka kitapun akan terhindarkan dari iri hati kepada orang lain. Terkadang perasaan iri kepada orang lain menyebabkan kita sering mencari-cari kekurangan orang tersebut sehingga kita sering mengumbar aib seseorang dengan cara menggunjing atau bergosip dengan teman kita. Jilbab bukan sekedar jilbab, hati kitapun harus ikut diperbaiki kualitasnya. Ketika memilih untuk mengintropeksi penampilan kita maka jangan lupa mengintropeksi hati kita. Ketika memilih berjilbab, maka sertakan niat yang baik. Berjilbab karena Allah semata bukan karena kepentingan tertentu. Karena jilbab adalah hal yang wajib bagi wanita tetapi bukan berarti hanya karena ingin melepaskan kewajiban maka hanya berjilbab asal-asalan. Dengan menutup aurat dengan berjilbab yang berhiaskan keimanan dan ketakwaan semoga Allah swt senantiasa meridhoi dan memberkahi kita semua yaitu para muslimah sejati. (Hayana,
Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam STAIN Parepare)

Saturday, November 14, 2015

Hope: Semoga Ada Hikmah dibalik Cobaan




Ibarat ranting pohon yang bercabang-cabang, pikiranku pun begitu saat ini. Mendapat kabar, bahwa beliau masuk rumah sakit membuat konsentrasiku terpecah. Disatu sisi saya harus fokus menuntut ilmu, di sisi lain, hati dan pikiranku selalu mengingatnya. Siapa sih yang tidak merasa khawatir ketika orang yang disayang terbaring di sebuah ranjang rumah sakit. Bau obat-obatan, suara gaduh orang lain akan menambah ketidaknyamanannya. Tentunya tidur di rumah sendiri akan lebih nyaman dibandingkan tidur di tempat lain, apalagi jika itu rumah sakit.
Saya mengira beliau sudah sehat, mengingat beliau beberapa hari yang lalu terlihat semangat menjemputku dari persimpangan jalan bahkan ia membawaku berkeliling melihat pemandangan. Bak tak terjadi apa-apa dalam tubuhnya, ia tersenyum tulus mengantarku dengan sepeda motornya. Di hari itu, saya sangat bahagia dan bersyukur karena sudah melihat ia kembali dengan gayanya sendiri, tak kusangka kenangan itu menjadi kenangan terakhir sebelum ia kembali terbaring sakit. Beliau memang kurang menjaga kesehatan di masa lalu, hingga saat ini barulah penyakit itu menampakkan dirinya. Ini adalah cobaan yang harus dijalani dengan lapang dada meskipun ada air mata jatuh di pipi. Semoga ada hikmah dibalik cobaan ini, khususnya beliau semoga bisa memetik pelajaran dari rasa sakitnya.
Ya Allah, Sayangilah Ayahku…. Dan izinkan kami di masa depan agar masih bisa mengunjungi dan berkeliling ke tempat- tempat yang indah. Hingga karena ketakjubannya melihat ciptaan-Mu akan membuat beliau lebih bertakwa kepada-Mu.  Aamiin (Hyn, True Story Life)

Thursday, November 5, 2015

Reason of Pulkam

Saat kuterima telepon dari seorang kawan, tiba-tiba kabar itu menjadi pemicu pusing akibat peningkatan  beban pikiran. Sudah tiga minggu tak bertemu dengan mereka. bagi mahasiswa yang kuliah diluar negeri, waktu tersebut tak ada apa-apanya. Rindu kepada orangtua merupakan perasaan yang wajar bagi setiap anak. Apalagi jika anak tersebut memang memiliki kedekatan emosional dengan orangtuanya. Bukan karena anak cengeng ataupun anak manja sehingga ia selalu ingin bertemu dengan mereka. Tetapi ada perasaan saling membutuhkan diantara satu sama lain. Pada dasarnya mereka membutuhkan anak sebagai penyalur perannya sebagai orangtua dengan memberi kasih sayang kepada anaknya dan anaknyapun juga selalu membutuhkan kasih sayang dari orangtuanya. Memang memberikan kasih sayang tak selamanya harus berjumpa, bisa dengan teleponan karena jarak yang memisahkan. Tetapi jika masih ada kesempatan dan masih bisa untuk berjumpa. Mengapa tidak? dan maukah kita melewatkan kesempatan itu? Karena tak ada yang mengetahui kapan  dan siapa yang duluan meninggalkan dunia ini kecuali hanya Dia, Sang Pencipta Allah SWT.

Monday, November 2, 2015

Persimpangan Jalan

Aman atau tak aman. Posisi manakah yang harus kupilih, Saat memilih posisi aman maka disitulah saya tidak akan terlalu banyak menemui rintangan hidup. tapi bagaimana jika posisi yang tidak aman itu tidak membuatku nyaman. Saya tidak mengetahui, antara dua ujung jalan ini yang manakah jalan yang akan membawaku ke jalan kesuksesan. Lagi-lagi saya memohon kepada Sang Pencipta, karena pada dasarnya  hanya Dia-lah tempatku selalu memohon doa. "Ya Allah tuntun hamba-Mu ini agar tetap berada di jalan yang benar... Aamiin"

Popular Posts

Translate

"Beloved"

"Beloved"

Followers